Bupati Cianjur Merasa Malu Ada Beras Bercampur Plastik di Cianjur

0
46

terlanjurcianjur.com — Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih menunggu hasil investigasi polisi dan pihak Kementerian Sosial terkait kasus beras bantuan pangan non-tunai (BPNT) yang tercampur biji plastik di wilayah Kecamatan Bojongpicung.

Pelaksana tugas Bupati Cianjur Herman Suherman menyatakan tidak ingin cepat berspekulasi perihal keberadaan biji plastik dalam karung beras bantuan untuk keluarga penerima manfaat tersebut.

“Kalau asumsi-asumsi banyak yang berkembang. Namun, kita tentunya harus menghargai proses penyelidikan yang sedang dilakukan Polres Cianjur. Jadi, ditunggu saja hasilnya nanti,” kata Herman kepada Kompas.com, Kamis (24/9/2020).

Menurut Herman, Pemda telah menggelar rapat evaluasi dengan mengumpulkan para suplier untuk diberikan arahan agar kasus tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.

BACA  Hore! Jalur KA Cianjur-Cipatat Sudah Siap Meluncur

“Terlepas dari hasilnya (penyelidikan) nanti. Saya selaku kepala daerah benar-benar malu atas mencuatnya persoalan ini. Semoga jadi pelajaran ke depannya untuk semua pihak,” ucap Herman.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Cianjur M Isnaeni menyarankan agar pihak suplier beras yang bermasalah itu dihentikan untuk sementara waktu sampai hasil penyelidikan keluar.

“Ya sebaiknya dihentikan dulu agar tidak jadi polemik baru. Selain itu, juga agar penyelidikan bisa berlangsung netral,” kata Isnaeni kepada Kompas.com seusai menghadiri rapat evaluasi tersebut.

Pihaknya pun berharap proses pemeriksaan dan penyelidikan bisa segera mungkin membuahkan hasil atau ada keputusan.

“Saya yakin pihak kepiolisian bisa cepat, mudah-mudahan seminggu ini sudah beres. Karena jika berlarut-larut, saya khawatir ini larinya jadi ke politis, apalagi sekarang Cianjur mau pilkada,” ucap dia.

BACA  Tak Pakai Masker Kena Denda, Mulai 27 Juli Diterapkan

Diberitakan sebelumnya, warga di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikejutkan dengan temuan biji plastik yang tercampur pada beras bantuan pangan non-tunai.

Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang tinggal di Kampung Margaluyu, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung itu menemukan biji plastik saat tengah membersihkan beras, serta setelah beras dimasak.

Dari sekarung beras, bisa ditemukan 10 sampai 20 biji plastik yang berbentuk bulat pipih dan ukurannya lebih besar dari bulir beras. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here